FMIPA UIM Gandeng APTFI Bahas Pembukaan Profesi Apoteker
FMIPA UIM – Dalam rangka memantapkan langkah pembukaan Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali melakukan audiens dengan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Prof. Dr. apt. Yandi Sukri, S.Si., M.Si, di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rabu (23/04/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan FMIPA UIM Al-Gazali, Dr. apt. Rusman S.Si., M.Si. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan administratif dan akademik guna memperoleh rekomendasi APTFI sebagai salah satu syarat utama pembukaan Program Studi Profesi Apoteker di lingkungan UIM Al-Gazali.
“Pertemuan ini sangat strategis dalam rangka pengurusan rekomendasi pembukaan program profesi apoteker. Selain itu, kami juga melakukan studi banding untuk melihat secara langsung sistem dan fasilitas laboratorium farmasi di Universitas Islam Indonesia yang sudah sangat mapan,” ujar Dr. Rusman.
Dalam audiens tersebut, rombongan FMIPA UIM juga berkesempatan berdiskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, serta penguatan jejaring akademik antar institusi pendidikan tinggi farmasi di Indonesia.
Ketua APTFI, Prof. Dr. apt. Yandi Sukri, menyambut baik inisiatif UIM Al-Gazali untuk membuka program profesi apoteker.
Ia menegaskan UIM Al-Gazali memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mencetak tenaga kefarmasian yang kompeten dan berintegritas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Kami sangat mendukung langkah UIM Al-Gazali dalam membuka Program Studi Profesi Apoteker. Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah kesiapan SDM, kurikulum, dan fasilitas penunjang praktik seperti laboratorium. Jika semua unsur ini terpenuhi, kami yakin UIM mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia farmasi nasional,” ujarnya.
Audiens dan studi banding ini juga menjadi bagian dari komitmen FMIPA UIM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga farmasi profesional yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai etika Islami.
“Kami ingin menghadirkan program profesi apoteker yang tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga mengintegrasikan nilai keislaman yang menjadi ciri khas UIM Al-Gazali,” tambah Dr. Rusman.
Langkah konkret FMIPA UIM ini menjadi bagian dari strategi besar pengembangan institusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era kompetitif saat ini, sekaligus wujud komitmen UIM Al-Gazali dalam memperluas akses dan layanan pendidikan profesi kesehatan bagi generasi muda, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
